SMK BISA SMK HEBAT

Kegiatan Webinar Hari Anak Nasional 2026 dengan tema “Stop Bullying, Start Caring: Anak Indonesia Bahagia, Bangsa Kuat.” oleh UT Youth Movement (UTYM) / komunitas binaan PT United Tractors Tbk

SMK Negeri 1 Merapi Timur, Senin 10 Agustus 2026

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2026, UT Youth Movement (UTYM), komunitas binaan PT United Tractors Tbk, menyelenggarakan Webinar Hari Anak Nasional 2026 dengan tema “Stop Bullying, Start Caring: Anak Indonesia Bahagia, Bangsa Kuat.” Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai pencegahan bullying, pentingnya menjaga kesehatan mental, serta mendukung terwujudnya Sekolah Sehat dan Sekolah Ramah Anak.

SMK N 1 Merapi Timur merupakan sekolah undangan yang mengikuti Kegiatan ini dengan melibatkan 100 Peserta didik dari berbagai Program Studi yang ada di SMK N 1 Merapi Timur.

Kegiatan ini mempunyai Narasumber yaitu Dr. Arie Wibowo Khurniawan, S.Si, M.Ak. Direktur Sekolah Menengah Kejuruan (Direktorat SMK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia, Mas Widyasunu Jalu Kuncoro, JF Perencana Ahli Pertama Kementerian atau Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) dan Mbak Ruth Natalia Davenco, Fasilitator Forum Anak Nasional.

dengan Materi yaitu pendeteksian dini bullying oleh guru dan sekolah yang dilakukan melalui pengamatan perubahan perilaku siswa, pemantauan area rawan, serta penyediaan saluran pelaporan yang aman. Guru mengenali tanda fisik atau psikologis korban, sementara sekolah membangun sistem pengawasan aktif dan budaya anti perundungan secara menyeluruh.
Tanda-Tanda Korban Bullying yang Harus Dikenali Guru yaitu perubahan fisik yaitu sering mengeluh sakit kepala atau perut tanpa sebab jelas, memar, atau pakaian dan barang sekolah rusak, perubahan Emosional dimana siswa menjadi pendiam, cemas berlebihan, mudah menangis, atau tampak ketakutan saat akan berangkat sekolah, penurunan akademik dimana nilai rapor menurun, hilang konsentrasi di kelas, atau sering membolos atau sering tidak masuk sekolah, perubahan sosial, siswa menarik diri dari pergaulan, menyendiri saat istirahat, atau tidak memiliki teman dekat.
Tanda-Tanda Pelaku Bullying yaitu sikap agresif, anak menjadi mudah marah, menentang aturan guru, atau suka mendominasi kelompok sebaya, kurang Empati, anak sering meremehkan, mengejek, atau menyalahkan orang lain atas masalah yang terjadi.
Langkah Strategis Sekolah dalam Deteksi Dini dengan cara melakukan pengawasan area rawan dengan menempatkan petugas atau guru piket di tempat tersembunyi seperti toilet, kantin, koridor sepi, atau area belakang sekolah, kotak pengaduan rahasia dengan menyediakan sarana lapor anonim (kotak fisik atau digital) agar siswa berani melapor tanpa takut diancam, pelatihan guru dan staf dengan mengadakan bimbingan teknis bagi seluruh guru agar peka terhadap dinamika sosial antarsiswa, pelibatan orang tua dengan membuka komunikasi rutin untuk mencocokkan kondisi anak di rumah dan di sekolah, dan menjadi pelopor dan pelapor dengan menjadi contoh yang baik bagi warga lingkungan sekolah, menjadi teman yang peduli dan menjadi pendengar bagi siswa/i yang terkena bullying dan menjadi pelapor bukan hanya penonton.

Sisi perspektif teman sebaya yaitu ikut merasakan sakit yang dialami korban dan peduli pada kondisi mental si korban, berani menegur pelaku, merangkul korban, atau melaporkan tindakan perundungan kepada guru/pihak berwenang, menjadi tempat aman bagi korban untuk bersandar dan mengembalikan rasa percaya diri dan satu lagi bahwa setiap anak punya teman, dan teman sebaya adalah penolong pertama, memastikan bahwa teman tidak sendirian.

Demikian semoga bullying dapat terdeteksi dini dan semoga budaya bullying dapat terhapuskan.

Leave a Comment