SMK BISA SMK HEBAT

Kegiatan Penanggulangan Gangguan Refraksi Bagi Siswa (Penggaris) dari RS Khusus Mata Masyarakat Provinsi Sumatera Selatan “Binar”

 

SMK Negeri 1 Merapi Timur, Kamis 06 Agustus 2026

Hari ini siswa/i SMK N Merapi Timur mengikuti Program Penggaris atau Penanggulangan Gangguan Refraksi Bagi Siswa dimana Dalam Rangkaian Program PENGGARIS para siswa/i melakukan pemeriksaan mata lalu kemudian dilanjutkan dengan pembagian Kacamata Gratis.

Rangkaian Program PENGGARIS dimulai dari pemeriksaan hingga pembagian kacamata merupakan bukti nyata perhatian serius H. Herman Deru selaku Gubernur Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bahwa Gangguan Refraksi harus segera ditanggulangi sehingga tidak mengganggu proses pembelajaran dan tidak menghambat Prestasi Siswa/i di tingkat Sekolah Menengah Atas.

Gangguan refraksi mata sendiri adalah kondisi di mana cahaya yang masuk ke mata tidak dapat difokuskan tepat pada retina, menyebabkan penglihatan buram. Pada siswa, kondisi ini (seperti rabun jauh/miopi, rabun dekat/hipermetropi, dan silinder/astigmatisme yang dapat menghambat proses belajar dan dapat menurunkan prestasi akademik, dan menyebabkan mata malas (ambliopia) jika tidak segera ditangani.
Jenis Gangguan Refraksi pada Siswa/i ada tiga jenis yaitu Miopi (Rabun Jauh) dimana siswa/i kesulitan melihat objek yang jauh dengan jelas, seperti tulisan di papan tulis dari bangku belakang, Hipermetropia (Rabun dekat) yaitu siswa/i kesulitan memfokuskan objek yang berada di dekat mata, seperti saat membaca buku dan Astigmatisme (Silindris) dimana siswa/i memiliki pandangan berbayang atau terdistorsi akibat kelengkungan kornea yang tidak merata.
Gejala yang Sering Muncul yaitu siswa/i sering menyipitkan mata saat melihat ke depan, misalnya saat menonton atau melihat papan tulis, duduk terlalu dekat dengan layar televisi atau memegang buku sangat dekat dengan wajah, sering mengeluh sakit kepala atau mata terasa lelah lalu menutup atau memiringkan salah satu mata saat membaca atau melihat objek tertentu.
Dampak dan Penanganan jika tidak dikoreksi, gangguan ini dapat memicu ambliopia yaitu mata malas, di mana fungsi penglihatan menurun secara permanen. Penanganan utama untuk kelainan refraksi adalah penggunaan kacamata atau lensa kontak dengan resep yang tepat melalui program PENGGARIS.
Pencegahan dan Pengendalian siswa disarankan untuk menerapkan aturan 20-20-20: Setiap 20 menit melihat layar digital, istirahatkan mata dengan melihat objek berjarak 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik, memperbanyak aktivitas di luar ruangan, membatasi penggunaan gawai atau melihat layar secara terus-menerus.

Leave a Comment